CERITA PENDEK BAHAN FILM KARYA GUA
By : Fares Ihh
Sweet Dream
Menjalani hidup yang membosankan dan melelahkan adalah hari-hari Ali, Ali adalah
anak seorang pengusaha jasa fotocopy di depan sekolah menengah, tepatnya di kota Bandung,
kondisi ekonominya terbilang cukup. Ali adalah orang paling malas di keluarganya. Tujuan
hidupnya cuma ingin merasakan mempunyai pasangan, sampai duduk di bangku SMA ini Ali
belum pernah merasakan dicintai seseorang. Sekolah Ali biasa-biasa saja tidak berprestasi dan
selalu berada di peringkat tengah. Sepulang sekolah yang Ali lakukan hanyalah menggantikan
Ayahnya menjaga toko hingga sore hari, lalu ayahnya menggantikannya di malam hari. Hampir
seluruh hari-hari Ali seperti itu, monoton lebih tepatnya.
Ali adalah anak pertama dan ia mempunyai Adik bernama Loki, nasib loki lebih
menyedihkan dibandingkan dengan kehidupan Ali yang monoton, Ibunya meninggal saat
melahirkannya. Loki yang sekarang duduk di bangku SMP merupakan siswa yang lebih
berprestasi dibandingkan kakaknya, ia juga memiliki wajah yang lebih tampan dibandingkan
Ali. Meskipun orang-orang sering memuji Loki daripada Ali, tetapi Ali tetap tidak iri kepada
adiknya. Saat tidak ada ayah dan kakaknya Loki bersama bi Inah di rumahnya kebetulan bi
Inah adalah sepupu ayahnya.
Setiap pulang dari toko, Ali selalu mampir membeli nasi padang
untuk adik dan bibinya, sampai-sampai penjualnya hafal dengan pesanan Ali, meskipun
menggunakan uang ayahnya, Ali merasa bangga bisa melakukan hal tersebut. Ali dan Loki
sering bergurau bersama dan menghabiskan waktunya dirumah. Ali selalu begadang sampai
jam 3 malam, ia berharap ada hal baru dalam hidupnya, ia merasa bosan terhadap apa yang
dilakukannya setiap hari.
Bi Inah selalu melihat Ali belum tertidur hingga jam 3 pagi saat ia melaksanakan sholat
malam, namun Bi Inah membiarkan hal itu, suatu hari Bi Inah merasa bahwa ada yang tidak
benar pada Ali, ia sudah berkali-kali melihat Ali selalu begadang dan merenung sambil
memegang buku dan pulpen. Entah apa yang dilakukan Ali, Bi Inah mencoba masuk ke kamar
Ali, Ali terkejut ketika Bi Inah membuka pintu kamarnya yang setengah terbuka, Bi inah duduk
di ranjang Ali sambil memijat kakinya, Bi Inah menanyakan kepada Ali mengapa sering
begadang sampai pagi. Ali hanya menjawab “aku ingin hal baru”. Bi Inah menjawab “yang
sabar Liii, kehidupan pasti ada naik turunnya, begadang tidak membuatmu menemukan hal
baru, cobalah tidur lebih awal, katanya kita bisa mimpi sesuai dengan keinginan kita bukan”.
Bi Inah pergi dari kamar Ali, Ali tidak yakin dengan apa yang dikatakan Bibinya itu, ia
memikirkan hal itu hingga tertidur.
Satu tahun kemudian Ali telah lulus dari sekolahnya, ia melanjutkan pendidikan yang
lebih tinggi di Perguruan Tinggi Swasta di kota bandung. Kebiasaan Ali yang begadang hingga
jam 3 pagi masih ia lakukan, bahkan Ali sangat jarang sekali mimpi saat tidur. Masalahmasalah baru dihadapi Ali karena banyaknya tugas menjadi Mahasiswa, Ali sedikit
menemukan hal baru tetapi tidak dengan memiliki pasangan.
Suatu hari sepulang Ali menjaga toko, ia teringat kata-kata Bibinya bahwa kita bisa
membuat mimpi yang indah dengan keinginan kita, tetapi Ali masih belom percaya dengan hal
itu. Sesampainya di rumah Ali lupa membelikan Adik dan Bibinya nasi padang, ia langsung
menuju kamarnya untuk berbaring di tempat tidur, rasanya sangat lega setelah menghadapi
tugas kuliah dan menjaga toko yang memelahkan.
Tidak lama kemudian Ali tertidur, baru
pertama kali Ali tidur lebih awal, dan benar kata Bibinya Ali mendapatkan mimpi. Namun
mimpi yang pertama kali ia dapatkan ini justru adalah mimpi buruk, Ali dikejar-kejar oleh
pembunuh mengerikan yang pernah ia temui. Ali terbangun dengan wajah kaget, seperti
ketakutan. Ali menyesal karena sudah tidur lebih awal dari bisanya, namun Ali berfikir belum
pernah ia mimpi sampai seperti itu, Ali sedikit penasaran apakah mimpi berikutnya ia akan
memimpikan hal yang indah daripada itu. Sejak saat itu Ali sedikit lebih ceria daripada
biasanya. Pagi itu Ali ada kelas pagi di kampusnya, ia nampak semangat dan bergegas, sampai
lupa untuk sarapan.
Saat tiba di lampu merah, mata Ali terfokus pada seorang wanita yang berada di halte
bus, entah siapa wanita tersebut, Ali melihatnya sebagai sosok yang menarik perhatiannya. Tak
lama kemudian lampu sudah menunjukan hijau, Ali berjalan hampir mendekati halte bus tetapi
wanita tersebut sudah berjalan masuk ke dalam bus. Ali tidak sempat melihat wajahnya dengan
jelas. Setibanya Ali di sekolah, ia bercerita kepada Johan atau biasa dipanggil jo. Ali bertanya
kepada Johan, apakah dirinya sering bermimpi. Johan menceritakan semua, bahwa dirinya
selalu bermimpi saat tidur, dia bercerita sudah banyak hal-hal yang dia temukan di dalam
mimpi, bahkan hal yang aneh sekalipun. Johan adalah anak orang kaya yang hidupnya hampir
sama persis dengan Ali, sulit mendapatkan pasangan. Johan bercerita bahwa dia bisa
menemukan hal yang dia inginkan di dunia dalam mimpinya. Ali semakin tertarik untuk
bermimpi dan segera pulang dan tidur di rumahnya. Johan juga bercerita dia sering bertemu
wanita cantik dan ganti-ganti pasangan saat bermimpi.
Sepulang dari kampus, Ali hanya mampir ke toko untuk meminta uang kepada ayahnya.
Ali membelikan nasi padang seperti biasa untuk Adik dan Bibinya. Saat tiba di rumah Ali
bergegas memberikan nasi kepada Adiknya dan menuju ke kamarnya, Ali memutuskan untuk
mandi terlebih dahulu dan berharap bisa mempengaruhi mimpinya nanti. Tepat jam 8 malam
Ali mencoba untuk tidur dan melupakan semua tugas-tugas kuliahnya.
Pagi hari yang sangat cerah Ali bangun dari tempat tidurnya, perasaannya kali ini
berbeda seperti hari-hari biasanya. Ali merasa bersemangat hari ini, sebelum berangkat sekolah
Ali menyempatkan untuk sarapan dan berpamitan kepada Ayah dan Bibinya. Jam 7 pagi Ali
berangkat ke kampus menggunakan motor bututnya. Saat tiba di lampu merah, ia kembali
melihat si wanita itu, lagi-lagi matanya terfokus pada wanita tersebut. Ali masih penasaran
pada wajah wanita tersebut, ia berjalan dengan motornya mendekati halte tersebut, tetapi kali
ini wanita tersebut tidak berjalan menaiki bus saat Ali berjalan ke halte. Ali berhenti di depan
halte, menghampiri wanita tersebut, Ali masih belum bisa melihat wajahnya karena wanita
tersebut menoleh ke lain arah. Ali memberanikan diri mendekati wanita tersebut dan ingin
duduk di kursi sebelahnya. Setelah Ali duduk, ia terkejut dengan apa yang dialaminya.
Ternyata Ali cuma bermimpi, Ali semakin penasaran pada wanita tersebut, Ali berfikir
ia harus mencoba kembali. Ali bergegas berangkat ke kampus, berharap dia melihat wanita itu
di halte. Berangkatlah Ali ke kampus, sesampainya di lampu merah, ia melihat wanita tersebut,
lagi-lagi wajahnya tidak kelihatan. Sebenarnya Ali ingin menemui wanita tersebut tetapi ia
sudah hampir terlambat untuk ke kampus. Saat Ali melewati depan halte, pandanganya tertutup
bus yang berhenti di halte.
Ali menceritakan apa yang dimimpikannya tadi malam pada Jo, Jo mengatakan bahwa
dia belum pernah memimpikan hal yang sama persis berulang kali, dia mengatakan mungkin
itu suatu pertanda. Ali tidak percaya apa yang dikatakan Johan. Sepulang dari kampus Ali
terus-menerus memikirkan mimpinya tadi malam, sampai-sampai ia tidak memikirkan hal lain
selain mimpi tersebut. Hari sudah mulai gelap, Ali ingin mencoba untuk tidur lebih awal lagi
untuk membuktikan apakah ia akan mimpi hal yang sama.
Tenyata benar Ali memimpikan wanita tersebut, tetapi kali ini ia berada di tempat yang
berbeda dari sebelumnya, Ali tidak tahu persis dimana tempat tersebut. Ali hanya melihat
wanita tersebut di depan sebuah mal berdiri seperti menunggu seseorang. Ali tidak sempat
melihat wajahnya, karena ia terbangun dan matahari sudah muncul. Semenjak kejadian itu, Ali
sibuk dengan dirinya dan mimpinya, tidak lagi bergurau dengan adiknya, bahkan selalu
melamun saat menjaga toko. Ayahnya bertanya pada Ali, namun Ali menjawab bahwa dirinya
tidak ada masalah. Kejadian memimpikan hal yang sama, terjadi hingga terhitung satu minggu.
Kali ini di mimpinya wanita itu tetap berada di depan mal.
Sudah dua minggu Ali masih dihantui wanita itu di mimpinya, tugas dan kewajibannya
sudah mulai ditinggalkan karena mimpinya itu. Ali mulai mendapat teguran dari Dosen
kuliahnya dan juga dari Ayahnya. Ayahnya marah karena Ali tidak menjaga toko akhir-akhir
ini. Ali hanya terdiam dan mengatakan ada hal penting yang harus diselesaikan. Ali
merenungkan apa yang terjadi pada dirinya, dia bertanya-tanya mengapa semua semakin kacau.
Ali berfikir ia harus menyelesaikan masalah ini, terutama yang ada di mimpinya.
Keesokan harinya Ali dan Johan bertemu di kelas, Johan sibuk memainkan handphone,
sementara Ali masih penasaran dengan mimpinya, secara tidak sengaja Ali melihat gambar di
ponsel Johan, ia melihat tempat itu sama persis seperti di mimpinya. Johan mencari tau dimana
lokasi tersebut, stelah menemukan lokasinya, Ali merencanakan ia akan pergi kesana untuk
menemui wanita tersebut. Johan pun bersedia menemani Ali untuk pergi ke tempat tersebut.
Ali menceritakan mimpinya itu kepada Bibinya, Bibinya juga mengatakan bahwa itu
adalah sebuah pertanda, mendengar jawaban dari Bibinya, Ali semakin yakin untuk pergi.
Masalah yang dihadapi Ali berikutnya adalah izin pada Ayahnya, Ayahnya melarang Ali pergi
ke tempat tersebut, karena jauh dan ia juga harus kuliah. Namun larangan Ayahnya tidak
menjadi alasan untuk membatalkan niatnya pergi ke Jogja.
Ali merencanakan ia akan pergi dan beralasan ada tugas kuliah pada Ayahnya, Ayahnya
berharap tidak dibohongi. Bi Inah sudah tahu bahwa Ali akan pergi ke tempat itu. Ali sudah
merancanakan bersama Johan apa saja keperluan dan kendaraannya untuk ke sana. Pagi itu hari
Rabu, Ali menuju rumah Johan lalu menuju ke Terminal mencari bus yang menuju ke Jogja.
Johan mengatakan pada Ali, bagaimana jika mimpi itu tidak nyata, Johan agak sedikit ragu.
Sebenarnya perasaan Ali sedikit tidak yakin, tetapi ia tetap ingin melanjutkannya. Ali dan
Johan memulai perjalanannya dari Terminal Bandung menuju ke Jogja. Perasaan Ali sedikit
lega akhirnya ia menemukan tempat yang di impikan. Ali sedang memikirkan akan bertemu
wanita tersebut, sementara Johan sudah tertidur sejak bus diberangkatkan. Setelah 10 jam
perjalanan Ali tiba di sebuah Terminal di Jogja, mereka mencari warung untuk mengisi perut.
Setelah makan mereka mencari taksi untuk menuju ke tempat yang ada dalam mimpi Ali. Sore
itu mulai mendung dan gerimis, Ali dan Johan memutuskan untuk mencari tempat menginap
dan beristirahat.
Ali memutuskan menuju ke tempat tersebut besok pagi. Johan mencari penginapan
tidak jauh dari mal tersebut. Sampailah mereka di penginapan, Ali bergegas membersihkan
dirinya. Johan membuka laptopnya mencari artikel tentang mimpi, Johan penasaran dengan
mimpi yang diceritakan Ali. Setelah mencari Johan menemukan satu artikel berisi tentang
“suatu mimpi bisa terjadi sama persis berulang kali” setelah ia baca, pada artikel tersebut
tertulis bahwa hal ini terjadi karena residual energi, maksutnya adalah mimpi tersebut dibuat
orang itu sendiri ketika memikirkan hal tersebut hingga tertidur. Johan ingin memberitahu Ali
tetapi ia takut menyakiti perasaannya. Tingkah laku Johan mulai aneh di depan Ali, sestiap Ali
menanyakan Johan menjawab tidak apa-apa. Ali terus-menerus membicarakan apa yang akan
dijumpainya besok. Johan hanya menanggapi dengan tersenyum seakan-akan tidak tahu yang
sebenarnya terjadi.
Pagi hari sangat cerah di Jogja, Ali sudah tidak sabar menuju ke tempat tersebut, Ali
sudah membersihkan dirinya, sementara Johan masih terlentang di tempat tidur. Cukup sulit
membangungkan Johan, Ali berusaha membangunkan Johan tetapi tetap tidak bisa, karena
merasa diganggu Johan mengatakan pada Ali bahwa itu cuman pikirannya saja, yang di ingatingat sampi terbawa mimpi, ia juga mengatakan wanita tersebut tidak ada. Ali terkejut setelah
mendengar ucapan Johan, namun Ali tidak menerima begitu saja, ia merasa temannya sudah
tidak percaya lagi pada dirinya. Ali sangat marah waktu itu pada Johan, mereka sempat
berkelahi di penginapan, sampai-sampai dipisah oleh satpam penginapan. Ali memutuskan
untuk pergi tanpa Johan, hubungan mereka sudah tidak baik lagi.
Ali menuju ke lokasi tersebut sedirian, ketika Ali tiba di tempat tersebut, tidak telihat
wanita tersebut, Ali berkeliling menyusuri jalan tersebut tetapi masih belum menemukan juga.
Hari sudah menjelang sore ia wanita tersebut belum juga muncul. Ali masih tetap yakin bahwa
mimpinya itu benar-benar nyata. Sudah menjelang tengah malam, Ali tetap menunggu di halte
bus di depan mal. Ada seseorang yang menghampiri Ali, orang tersebut adalah satpam mal
yang sedang berjaga malam.
Dia bertanya kenapa dari tadi disini terus, satpam tersebut
mengetahui jika Ali bukan orang sekitar. Ali menjelaskan ia sedang menunggu seseorang yang
ada di mimpinya, ia mengatakan wanita tersebut ada di depan mal ini, sampai bermimpi
berkali-kali. Satpam itu menjawab bahwa itu cuma mimpi, khayalan belaka, itu bisa terjadi
pada semua orang. “Lagi pula aku tidak pernah melihat wanita seperti itu” ujar Satpam. Ali
hanya diam saja dan tetap menunggu. Tak lama kemudian Ali melihat seorang wanita di depan
mal, ketika mal tersebut sudah tutup, wanita tersebut berjalan entah menuju kemana, Ali
berusaha mengejar, karena wanita tersebut sudah berjalan jauh dari tempatnya. Ketika hampir
dekat wanita tersebut menyadari ada yang mengejarnya, wanita tersebut berlari sekencang
mungkin.
Ali terus mengejar wanita tersebut sampai ketika di sebuah trotoar yang basah ia
terjatuh, ia terbangun dan kembali berada di halte depan mal, matahari sudah keluar, ternyata
Ali hanya bermimpi, karena tertidur di halte. Sudah 5 hari mereka di Jogja, Ali tetap menunggu
wanita tersebut, sementara Johan memilih untuk berlibur ke tempat wisata yang ada di Jogja.
Penampilan Ali seperti orang gila, kumuh dan sangat berantakan.
Johan sempat bercerita kepada sopir taksi bahwa ia ke Jogja untuk mencari wanita di depan Mal menggunakan baju putih dan panjang rambutnya sebahu. Ali dan Johan sama sekali tidak pernah berkomunikasi sejak kejadian itu. Ayah Ali sudah mengetahui bahwa Ali bukan ada tugas kuliah melainkan mencari tau kebenaran pada mimpinya. Setiap Ayahnya menelfon Ali tidak berani menjawabnya, uang pemberian Ayahnya sudah habis. Ali kebingungan untuk pulang ke Bandung, ia menyesal tidak mempercayai perkataan Johan.
Keesokan harinya Ali menelfon Johan, ia meminta maaf atas kejadian tersebut, Johan
menjemput Ali dan mengajaknya pulang ke Bandung. Mereka berdua kembali bersahabat, Ali
mengatakan memang benar bahwa itu semua cuma mimpi, tidak mungkin terjadi di dunia
nyata. Sesampainya di Bandung Ali memutuskan untuk melakukan hal seperti dulu lagi, karena
menurutnya bermimpi tidak akan membuat dirinya menemukan hal baru.
Setelah berhari-hari tidak ke kampus, tugasnya pun menumpuk, Ali harus menyelesaikannya. Loki senang Kakaknya bermain bersamanya lagi. 1 minggu kemudian, Johan mendapat telfon dari sopir taxi
yang ia naiki di Jogja, bahwa ia melihat wanita tersebut di depan Mal. Sopir tersebut mengirimkan foto kepada Johan. Johan bergegas menyampaikan berita ini kepada Ali, Ali terkejut saat melihat foto tersebut. Mereka berdua sangat kaget melihatnya dan sangat gembira. Ali berencana akan pergi ke tempat itu lagi bersama Johan, entah apa yang akan terjadi kali
ini.
--Bersambung--
Komentar
Posting Komentar